Wisatawan berpendapat; teknologi merupakan kunci dari setiap pengalaman perjalanan mereka

December 2018, Friday

  

  • Survei Wisatawan Digital 2018 milik Travelport menyoroti permintaan yang terus berkelanjutan terhadap perangkat digital.
  • Perangkat seluler tetap menjadi hal yang sangat diperlukan sementara teknologi terbaru terus tumbuh menjadi yang terkemuka.
  • India bertahan di posisi puncak dalam peringkat negara wisatawan digital global tahun ini.

Langley, UK, Selasa 13 November 2018 : Para wisatawan dunia mengatakan bahwa penggunaan perangkat seluler saat bepergian sama pentingnya seperti pada aspek kehidupan lain dalam kehidupan sehari-hari sementara keinginan terhadap teknologi baru terus meningkat, seperti pencarian melalui suara, pembayaran elektronik dan kunci kamar digital, untuk menyederhanakan dan meningkatkan pengalaman selama perjalanan.

Di bawah ini adalah hasil dari Survei Global Wisatawan Digital 2018 milik Travelport yang diambil dari 16.000 wisatawan dari 25 negara yang meliputi:

Seluler sangatlah krusial, namun wisatawan menginginkan sebuah pengalaman yang terkonsolidasi:

  • Hampir setengah dari wisatawan yang mengikuti survei telah memesan dan membayar seluruh atau sebagian dari biaya kebutuhan perjalanan mereka melalui telepon genggam. China menjadi yang terdepan dalam hal ini.  Dengan hasil survei hampir mendekati 100 % dari partisipan yang berasal dari China telah melakukan pemesanan dan pembayaran kebutuhan perjalanan melalui perangkat seluler.
  • 9 dari 10 partisipan saat ini telah memiliki aplikasi yang dapat memudahkan hidup mereka ketika tiba di tempat tujuan seperti aplikasi mengenai peta, maskapai penerbangan, cuaca, dan sosial media masuk dalam daftar aplikasi favorit.
  • Rata-rata wisatawan akan menggunakan 10 hingga 12 aplikasi yang mencakup pencarian, pemesanan, dan transportasi dari perjalanan mereka.
  • Tiga fitur teratas yang dianggap paling penting yang diidentifikasi oleh para pelancong pada saat berplesiran pada aplikasi perjalanan mereka yaitu fitur dengan kemampuan dalam hal pencarian dan pemesanan (68%), fitur peringatan yang berkaitan dengan jadwal penerbangan sepanjang perjalanan yang bersifat real-time (64%), dan fitur yang dapat menampilkan seluruh jadwal perjalanan dalam satu aplikasi (67%).
  • Hanya sekitar seperlima dari jumlah partisipan yang telah menggunakan perangkat manajemen perjalanan.

Teknologi-teknologi baru terus berkembang menjadi terkemuka :

  • ·         Lebih dari setengah dari jumlah wisatawan yang menggunakan alat pencarian melalui suara baik untuk melakukan pemesanan maupun ketika sedang bepergian – meningkat secara global sebanyak 3% dibandingkan dengan tahun lalu.
  • Di China dan Turki, lebih dari 70% wisatawan telah menggunakan alat pencarian melalui suara. Namun, di Jepang dan beberapa bagian di Eropa, proporsi wisatawan yang menggunakan fitur ini kurang dari 40%.
  • Hampir setengah dari seluruh responden, baik leisure (47%) maupun business (55%), beranggapan bahwa kemampuan untuk dapat membayar dengan menggunakan Apple/Android pay (Touch ID) merupakan hal yang utama bahkan sangat penting.
  • Lebih dari setengah wisatawan bisnis yang mengikuti survei mengatakan bahwa mereka berharap dapat melakukan checkin hotel melalui sebuah aplikasi daripada melalui meja resepsionis. 50% partisipan juga menginginkan penggunaan kunci kamar digital yang dapat digunakan untuk membuka pintu kamar mereka melalui telepon genggam.

Wisatawan mengharapkan bahwa teknologi dapat terus menerus mempermudah dan menambah pengalaman saat bepergian:

  • Kebanyakan dari wisatawan responden akan senang menggunakan pemindaian biometrik untuk mengurangi antrian panjang pada jalur pemeriksaan keamanan, dengan selisih jumlah hasil yang sangat sedikit antara wisatawan bisnis (81%) dan wisatawan plesir (75%). Sedangkan untuk wisatawan yang berasal dari Nigeria, dengan salah satu populasi termuda dalam survei tahun ini, 90% mengatakan mereka senang berbagi data pribadi untuk mempercepat proses bea cukai dan keimigrasian.
  • Lebih dari dua pertiga dari wisatawan berpendapat bahwa boarding pass digital membuat perjalanan menjadi jauh lebih mudah.

Gordon Wilson, Presiden dan CEO Travelport, berkomentar “Kita semua dapat melihat bahwa teknologi telah merubah hampir semua aspek kehidupan kita. Industri travel sejak semula selalu berkaitan dengan pengalaman-pengalaman baru dan mengadopsi teknologi-teknologi baru. Hal inilah yang terjadi pada hari-hari ini, tingginya minat penggunaan alat pencarian melalui suara dan pemindaian biometrik, masih sama seperti tiga puluh tahun lalu ketika saya masuk dalam industri ini.”

“Di Travelport, kami selalu menyediakan pilihan bagi pelanggan dan wisatawan, mendorong kinerja dengan maksimal dan menggunakan setiap kemampuan yang dimiliki platform kami untuk membentuk dan mewujudkan pengalaman dalam bepergian yang bersifat personal. Tetapi kami juga tengah sibuk berinovasi, menginspirasi, serta bereksperimen dengan cara-cara baru dalam menggunakan teknologi terbaru untuk melakukan pembelian dan pengelolaan perjalanan menjadi lebih baik. Senang rasanya dapat melihat para wisawatan yang saat ini sangat bersemangat dengan teknologi di masa yang akan datang sama seperti kami yang akan mewujudkannya. ” 

Tabel Global Digital Traveler League 2018
Laporan ini juga termasuk Tabel Global Digital Traveler League 2018, dengan India memperoleh predikat juara sebagai negara dengan wisatawan digital paling terkemukan di dunia selama dua tahun berturut-turut. Perolehan klasemen ini didasarkan pada kombinasi indikator utama penggunaan teknologi dalam meningkatkan pengalaman perjalanan. Misalnya, posisi teratas India dapat bertahan oleh karena 69% pelancong yang berasal dari India sudah menggunakan penelusuran menggunakan suara, lebih dari 60% mengharapkan kunci kamar digital dan 88% mengatakan mereka terpengaruh untuk melakukan perjalanan oleh teman di media sosial.

Daftar peringkat negara-negara sebagai berikut (* = negara baru yang disurvei pada tahun 2018):

Negara

Perinkat 2018
(Peringkat 2017)

India

1 (1)

Indonesia

2 (3)

Brazil

3 (4)

China

4 (2)

Nigeria*

5

UAE

6 (8)

Turkey*

7

Saudia Arabia

8 (5)

Colombia

9 (9)

Mexico

9 (6)

South Africa

10 (7)

Singapore*

11

Argentina*

12

South Korea*

13

Hong Kong*

14

USA

15 (11)

Russia

16 (14)

Italy

17 (10)

Spain

18 (12)

France

19 (13)

Australia

20 (16)

Canada

21 (15)

UK

22 (17)

Japan

23 (18)

Germany

24 (19)

Tentang Survei Wisatawan Digital Global 2018

Penelitian Wisatawan Digital Global dari Travelport ini dikembangkan oleh tim intelijen pasar perusahaan dan dilakukan secara online melalui Toluna Research pada bulan Agustus 2018. Penelitian ini mencakup 25 negara dan mensurvei orang-orang yang telah melakukan setidaknya satu penerbangan pulang pergi pada tahun lalu. Ada lebih dari 16.000 responden secara keseluruhan. Laporan selengkapnya tersedia untuk diunduh di http://www.travelport.com/gdtr.
Bersama dengan Laporan Global ini, Travelport juga menerbitkan laporan negara yang lebih terperinci secara terpisah.