Indonesia Menduduki Urutan 3 Besar Wisatawan Digital: Survei Global Travelport

December 2017, Monday

 

Travelport,  ​​platform tata niaga  travel  terkemuka di dunia, menerbitkan hasil   survei terhadap wisatawan  global yang dilakukan terhadap 11.000 responden di seluruh dunia, yang menyoroti penggunaan alat digital saat merencanakan, memesan dan melakukan perjalanan.

Berdasarkan penggunaan berbagai perangkat yang  terhubung secara  online; teknologi mobile dan digital, diperoleh temuanbahwa pelancong dari Indonesia menduduki peringkat tiga besar  dalam kategori wisatawan digital atau digital traveler.

Di urutan  keempat sampai 10 adalah; Brasil, Arab Saudi, Meksiko, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, Kolombia dan Italia.

Survei wisatawan global ini dilakukan terhadap mereka yang  tahun lalu setidaknya telah melakukan  minimal satu  kaliperjalanan pulang pergi menggunakan moda transportasi  udara.  Survei tersebut mengungkapkan bahwa wisatawan Indonesia sangat menyukai dan menghargai pengalaman digital yang baik,yang disediakan oleh maskapai penerbangan.Hal ini menunjukkan kegemaran dan kecenderungan wisatawan Indonesia menggunakan alat digital di setiap kesempatan ketika mereka melakukan perjalanan.

Saat merencanakan perjalanan; wisatawan Indonesia suka melakukan kegiatan penelitian untuk menyusun rencana perjalanan, 93% menggunakan video dan foto dari media sosial (rata-rata Asia Pasifik adalah 76%), 71% menggunakan pencarian suara atau voice search (kedua setelah China di 72%), namun 84% masih lebih memilih untuk berkonsultasi dengan agen perjalan profesional.

Saat memesan perjalanan: 68% pelancong memesan perjalanan mereka melalui smartphone (tertinggi di seluruh dunia), 43% merasa frustasi karena harus memesan hal-hal lain terkait  rencana perjalanan mereka secara terpisah.

Saat dalam perjalanan:  80% mengatakan boarding pass digital dan e-ticket membuat perjalanan lebih mudah, 84% merasa penting untuk dapat tetap dapat berhubungan atau melakukan kontak saat bepergian, rata-rata menggunakan 19 kategori aplikasi seluler yang digunakan (rata-rata global; 16). Saat di tempat tujuan: 64% pelancong bisnis menghargai layanan concierge melalui smartphone mereka.

Digital bukan lagi sekedar gaya hidup melainkan sudah menjadi kebutuhan sehari-hari bagi  kalangan generasi millenal saat ini.

Mark Meehan, Managing Director Asia Pacific Travelport, berkomentar,  "Temuan ini menunjukkan pentingnya alat digitalbagi wisatawan sepanjang perjalanan mereka.  Kami mengidentifikasi, adanya  kebutuhan bagi  industri perjalanan dan perhotelan global senilai $ 7,6 triliun ini, untuk beradaptasi secara terus menerus untuk memberikan layanan yang responsif,relevan dan tepat waktu bagi pelanggan. "

 

“Sektor pariwisata Indonesia telah mencatat pertumbuhan signifikan25,68% sepanjang tahun ini, melampaui kawasan Asia Pasifik dan pasar negara berkembang lainnya. Penyedia layanan perjalanan harus tetap relevan, memberikan alat dan konten digital tepat waktu yang merupakan sarana penting untuk menjangkau dan memuaskan wisatawan Indonesiadari saat mereka melakukan penelitian sampai mereka kembali dari perjalanan mereka.Sebagai perusahaan teknologi dan pemimpin dunia dalam  digital dan mobile, platform travel niaga perjalanan Travelport siap mendukung pertumbuhan industri travel  di Indonesia”.

Informasi tentang hasil penemuan dari Indonesia, Asia Pasifik, serta Laporan Pelaku Digital Global; ditambah laporan regional dan negara lainnya tersedia untuk diunduh dari  www.travelport.com/gdtr .