U.S. Millennials Most Likely to Take & Spend More on Vacations This Year, Next

May 2018, Wednesday

Berdasarkan hasil survei terbaru dari Travelport (NYSE: TVPT), platform tata niaga perjalanan terkemuka, generasi Milenial lebih sering berlibur pada musim panas tahun ini bila dibandingkan dengan kelompok orang Amerika lainnya yang berusia lebih tua, tergantung kepada keuangan rumah tangga. Survei U.S. Vacation 2018 oleh Travelport ke sekitar 1,500 penduduk Amerika Serikat mengungkapkan bahwa generasi Milenial (usia 18-34 tahun) memiliki kecenderungan yang lebih tinggi untuk menghabiskan uang dengan jumlah yang lebih banyak pada liburan mereka selanjutnya dibandingkan dengan kelompok dengan rentang usia yang lain, dengan perbandingan satu banding tiga dari generasi Milenial yang bersedia untuk menghabiskan $5,000 atau lebih pada liburan mereka.

Secara keseluruhan, lebih dari sepertiga orang Amerika (38 persen) lebih menginginkan untuk berlibur pada musim panas kali ini ketimbang musim panas yang lalu. Namun, optimisme generasi Milenial untuk berlibur, tidak sepenuhnya terbagi oleh orang Amerika yang berusia 35 tahun ke atas : Lebih dari setengah dari jumlah responden kategori generasi Milenial (56 persen), merencanakan liburan pada musim panas kali ini bila dibandingkan dengan musim panas tahun 2017, berbeda dengan 35 % responden dari Gen X (usia 35-54 tahun) dan 22 persen dari generasi Baby Boomers (usia 55 tahun ke atas).

Generasi Milenial merupakan penentu tren tentang perencanaan liburan dari jauh-jauh hari, ketika mereka sedang dalam masa liburan musim panas tahun 2018. Mereka berencana untuk berlibur lebih banyak dalam 12 bulan ke depan dibandingkan dengan 12 bulan sebelumnya, dengan 55 persen kaum Millenial yang meningkatkan rencana liburan mereka. Berbeda dengan perencanaan liburan dari generasi Gen X (31 persen) dan generasi Baby Boomers (20 persen) yang cenderung lebih berhati-hati. Dan 34 % dari generasi Milenial merencanakan untuk menghabiskan lebih dari $5,000 pada liburan selanjutnya, nominal ini adalah yang tertinggi dibandingkan dengan kelompok usia lainnya.

Ada pula temuan-temuan yang menarik lainnya sebagai berikut :

  • Pengeluaran semasa liburan dan jenis kelamin: Meski kelompok terbesar (42 persen) dari seluruh responden berencana untuk menghabiskan mulai dari $1,001 hingga $5,000 lebih banyak saat berlibur dalam  12 bulan kedepan dibandingkan dengan 12 bulan terakhir, jenis kelamin laki-laki secara signifikan akan lebih royal  dibandingkan dengan perempuan, dengan 37 persen jumlah laki-laki yang berencana untuk menghabiskan lebih dari $5,000 untuk 12 bulan ke depan, dibandingkan dengan responden perempuan yang hanya berjumlah 15 persen.
  • Semakin tinggi tingkat pendidikan + penghasilan lebih = lebih sering pergi berlibur di tahun ini: orang Amerika dengan gelar pascasarjana (64 persen) dan dengan pendapatan rumah tangga lebih dari $200,000 (71 persen) adalah segmen demografi yang paling sering berlibur pada musim panas ini daripada musim panas lalu. Dan orang yang sama juga yang paling sering menghabiskan lebih dari $5,000 pada liburan dalam 12 bulan kedepan dibandingkan 12 bulan sebelumnya (masing-masing 44 persen dan 68 persen).
  • Generasi Milenial berada “di jalanan”: Hampir setengah dari seluruh jumlah responden (49 persen) telah melakukan perjalanan baik untuk berbisnis/berlibur dalam kurun waktu satu tahun terakhir, dengan jumlah generasi Milenial sebanyak 51 persen dibandingkan dengan generasi Gen X dan Baby Boomer (masing-masing mencapai angka 48 persen).
  • Generasi Baby Boomers kemungkinan kecil tidak akan menggandakan perjalanan: Generasi Baby Boomer kemungkinan kecil akan meningkatkan rencana perjalanannya pada tahun mendatang bila dibandingkan dengan tahun lalu, besar kemungkinan bahwa hal ini disebabkan oleh adanya indikasi secara demografi yang telah membentuk pendekatan secara konsisten mulai dari perencanaan hingga perjalanan. Lebih dari 78 persen responden mengatakan bahwa jumlah perjalanan yang akan dilakukan pada 1 tahun kedepan adalah sama atau berkurang dari tahun sebelumnya.
  • Dominasi pemesanan reservasi secara langsung atau melalui aggregator: Metode pemesanan yang paling umum adalah melalui situs web milik maskapai penerbangan (30persen), yang kemudian diikuti oleh situs web pengumpul harga (21 persen) seperti Priceline dan Expedia. Secara mengejutkan, dalam hal pemesanan hotel, generasi Milenial adalah yang paling sering menggunakan jasa travel agent offline (23 persen), jika dibandingkan dengan generasi Gen X dan generasi Baby Boomer (masing-masing 7 persen dan 6 persen).
  • Teknologi yang nyaman serta dapat disesuaikan merupakan kunci utama bagi wisatawan usia muda:  Generasi milenial yang tumbuh dan berkembang dengan menggunakan teknologi digital, lebih cenderung menggunakan agen perjalanan untuk memesan perjalanannya jika aplikasi seluler menyediakan pemberitahuan khusus. Sementara 44 persen dari generasi Milenial tersebut bersedia untuk beralih ke aplikasi seluler. Hanya 23 persen dari responden golongan Gen X dan bahkan proporsi yang lebih kecil lagi (5 persen) untuk kelompok Baby Boomer yang setuju untuk beralih ke aplikasi seluler.

Erika Moore, Vice president and general manager Travelport untuk Amerika Serikat, mengatakan bahwa, “Survei dari Travelport ini merupakan berita baik untuk industri perjalanan di Amerika Serikat dengan alasan bahwa orang Amerika lebih optimis namun berhati-hati dalam merencanakan liburan musim panas di tahun ini dan tahun depan. Kuncinya adalah menawarkan harga tiket, hotel, dan paket liburan yang terbaik kepada konsumen, terlepas dari anggaran yang mereka miliki, yang tentunya memerlukan penyedia dan penjual layanan perjalanan yang memberikan harga yang dapat dipersonalisasi, sempurna, dan dapat menjadi pengalaman yang bebas dari stres pada setiap tahap perjalanan liburan.”